Fakta-Fakta film Kartini

Inilah beberapa fakta tentang acting Dian Sastrowardoyo pada film Kartini yang akan tayang  di bulan sdepan.

Di tanggal 21 April yang akan datang akan dirilis film Kartini bertepatan dengan tanggal lahir pahlawan nasional pejuang emansipasi dan hak-hak wanita tersebut. Film dengan tema Kartini besutan Hanung Bramantyo yang akan tayang tersebut memang bukan merupakan film Kartini yang pertama karena di tahun 1983 pernah ada film sejenis yang disutradarai oleh Sjumandjaja dan dibintangi oleh Yenny Rachman. Kini setelah lebih dari 30 tahun,  sosok tersebut akan dihidupkan kembali di layar lebar dengan salah satu tujuannya adalah meluruskan dan mengungkap fakta-fakta yang dirasa kurang sesuai dengan fakta tentang Kartini yang sesungguhnya.

Kartini

Perbedaan film Kartini versi lama dan terbaru

Sebagaimana yang diungkapkan oleh sang sutradara, pahlawan wanita tersebut bukanlah seseorang yang lemah lembut sebagaimana yang diperankan oleh Yenny Rachman, melainkan wanita yang lincah dan cerewet. Lagu Ibu kita Kartini ciptaan W.R Supratman juga dirasa kurang pas karena saat itu Kartini belum menjadi seorang ibu. Beliau meninggal setelah melahirkan putra pertamanya. Tujuan pembuatan film Kartini tersebut telah memperoleh persetujuan dari pihak keluarga dan berharap bahwa karakter Kartini dapat ditempatkan dengan sesuai pada nonton film bioskop tersebut. Pihak keluarga juga menyatakan bahwa Kartini bukanlah milik keluarga saja, tetapi juga milik masyarakat Indonesia agar dapat menjadi media pembelajaran bagi bangsa ini.

Fakta Dian Sastrowardoyo memerankan tokoh Kartini

Siapa sangka bahwa pada awalnya Hanung sama sekali tak mencalonkan Dian untuk memerankan tokoh pahlawan wanita ini karena ia menginginkan sosok yang benar-benar fresh. Hanung sesungguhnya menginginkan aktris yang berperan sebagai tokoh utama film tersebut juga seusia dengan umur Kartini pada waktu itu. Tetapi ternyata hanya Dian-lah yang dianggap paling mampu untuk menampilkan sosok Kartini dengan seutuhnya. Dian sendiri mengakui bahwa untuk memerankan tokoh emansipasi wanita Indonesia itu bukanlah hal yang mudah. Demi memperoleh kualitas acting yang sempurna ia harus melalui berbagai tantangan dalam pendalaman karakter tersebut. Inilah fakta-fakta tentang acting Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran R.A Kartini.

1.Dian harus belajar bahasa Belanda karena Kartini memang fasih berbahasa Belanda. Dalam film tersebut Dian juga harus mengucapkan 64 kalimat dalam bahasa Belanda yang harus dia pahami artinya.

  1. Pada film ini Dian harus menyampaikan emosi dengan cara yang sebelumnya tak pernah dilakukan pada peran-peran yang pernah dilakoninya. Ia harus dapat menampilkan emosi dengan intensitas tinggi tanpa penyampaian yang menyolok seperti emosi tertahan. Kebiasaan menahan diri yang merupakan kebiasaan khas wanita-wanita ningrat Jawa.
  2. Untuk memahami pemikiran Kartini, Dian membaca semua literature tentang tokoh emansipasi wanita tersebut. Beragam buku tentang Kartini serta tulisan-tulisan Kartini menjadi bahan riset studi pustakanya selama berbulan-bulan.
  3. Dian mengatakan bahwa ia banyak terbantu dengan kehadiran Christine Hakim terutama pada adegan-adegan yang sulit, dimana Christine mampu memberikan inspirasi bila tak dapat menjiwai adegan yang dimainkannya.
  4. Kartini adalah salah satu idola Dian Sastro, dan ia mengatakan bahwa perjuangan persamaan hak kaum wanita yang dipeloporinya masih harus terus dilakukan hingga saat ini.

Selain film Kartini, di bulan April juga akan ada film judi online dengan tema yang sama yaitu Surat Cinta Kartini yang dibintangi oleh Chico Jericho dan Rania Putri. Film ini mengangkat tema Kartini remaja yang dicintai oleh seorang tukang pos yang kerap mengantarkan surat untuknya terutama dari sahabat-sahabat penanya di negeri Belanda. Jangan lewatkan untuk menyaksikan keduanya.